Waktu membaca 9 Menit

Wall Street: Dari Jalan di New York ke Pusat Pasar Global

Wall Street adalah nama jalan di Lower Manhattan yang berkembang menjadi sebutan untuk industri keuangan dan pasar modal Amerika Serikat. Istilah ini mencakup aktivitas bursa, bank investasi, broker, manajer aset, hingga investor institusional yang berperan dalam perdagangan efek dan penyaluran modal ke berbagai perusahaan.

Wall Street adalah nama jalan di Lower Manhattan yang berkembang menjadi sebutan untuk industri keuangan dan pasar modal Amerika Serikat. Istilah ini mencakup aktivitas bursa, bank investasi, broker, manajer aset, hingga investor institusional yang berperan dalam perdagangan efek dan penyaluran modal ke berbagai perusahaan.

Poin Penting

  • Wall Street adalah nama jalan di Manhattan sekaligus istilah untuk ekosistem pasar keuangan Amerika Serikat.
  • New York Stock Exchange berada di Wall Street, tetapi Wall Street bukan nama satu bursa saham.
  • Nasdaq juga termasuk dalam pembahasan Wall Street secara luas, meskipun pusat fisiknya berada di Times Square.
  • Wall Street menghubungkan perusahaan yang membutuhkan modal dengan investor yang menyediakan modal.
  • Pergerakan saham, obligasi, suku bunga, dan sentimen di AS dapat memengaruhi investor di berbagai negara.

Wall Street adalah nama sebuah jalan di Lower Manhattan, New York, yang kemudian berkembang menjadi istilah untuk menggambarkan industri keuangan dan pasar modal Amerika Serikat secara lebih luas. Ketika media mengatakan “Wall Street menguat” atau “Wall Street turun”, yang dimaksud biasanya bukan kondisi jalan tersebut, melainkan pergerakan pasar saham AS.

Di kawasan inilah New York Stock Exchange atau NYSE berada, tepatnya di 11 Wall Street. Namun, Wall Street saat ini lebih tepat dipahami sebagai sebuah ekosistem, bukan sekadar lokasi geografis. Di dalamnya terdapat bursa, bank investasi, broker, market maker, manajer aset, hedge fund, perusahaan publik, regulator, serta jutaan investor yang berinteraksi di pasar keuangan.

Bagi investor Indonesia yang memiliki saham AS atau ETF, istilah Wall Street menjadi semakin relevan. Banyak aset yang diperdagangkan investor global dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi AS, earnings perusahaan, kebijakan Federal Reserve, dan perubahan sentimen di pasar Amerika.

Apa Itu Wall Street?

Secara fisik, Wall Street merupakan jalan yang berada di distrik finansial Lower Manhattan, New York City. Kawasan tersebut memiliki sejarah panjang sebagai pusat aktivitas perdagangan dan keuangan Amerika Serikat. NYSE yang saat ini berlokasi di 11 Wall Street menelusuri asal-usulnya hingga Buttonwood Agreement yang ditandatangani 24 broker pada 17 Mei 1792.

Namun, arti Wall Street dalam percakapan finansial jauh lebih luas. Istilah tersebut dapat merujuk pada pasar modal AS, bank-bank investasi besar, perusahaan sekuritas, asset manager, trader institusional, dan berbagai institusi yang terlibat dalam pergerakan modal.

Karena itu, mengatakan Wall Street adalah bursa saham sebenarnya kurang tepat. Wall Street adalah istilah payung, sedangkan NYSE dan Nasdaq merupakan dua contoh bursa yang menjadi bagian dari ekosistem pasar saham Amerika.

Mengapa Disebut Wall Street?

Nama Wall Street berhubungan dengan sejarah awal Manhattan. Pada masa ketika kawasan tersebut masih dikenal sebagai New Amsterdam, terdapat struktur pertahanan di area yang kemudian menjadi Wall Street. Seiring perkembangan New York menjadi pusat perdagangan, kawasan tersebut juga berkembang menjadi tempat berkumpulnya pedagang, broker, dan institusi finansial.

Tonggak penting berikutnya terjadi pada 1792 ketika sekelompok broker menandatangani Buttonwood Agreement. Kesepakatan tersebut menetapkan aturan perdagangan antarbroker dan kemudian menjadi bagian dari sejarah pembentukan NYSE. NYSE sendiri menyebut perjanjian tersebut sebagai asal-usul resminya. Seiring waktu, aktivitas finansial tidak lagi terkonsentrasi hanya pada satu jalan. Meski begitu, nama Wall Street tetap bertahan sebagai simbol industri keuangan AS.

Tahukah Anda?
Wall Street punya sejarah yang jauh lebih tua daripada gedung-gedung finansial modern yang sekarang identik dengannya. Pada 17 Mei 1792, sebanyak 24 broker menandatangani Buttonwood Agreement, sebuah kesepakatan perdagangan yang kemudian menjadi bagian penting dari sejarah lahirnya New York Stock Exchange (NYSE). Dari kesepakatan sederhana antarbroker inilah berkembang salah satu pusat pasar modal paling berpengaruh di dunia.

Wall Street, NYSE, dan Nasdaq Apakah Sama?

Ketiga istilah ini sering digunakan dalam pembahasan yang sama, tetapi maknanya berbeda.

1. Wall Street

Wall Street merupakan istilah luas untuk industri keuangan dan pasar modal AS. Ia dapat merujuk pada institusi, pelaku pasar, aktivitas investasi, hingga sentimen pasar secara keseluruhan.

2. NYSE

New York Stock Exchange atau NYSE adalah bursa saham tempat saham berbagai perusahaan diperjualbelikan. NYSE secara fisik memang berada di 11 Wall Street, New York.

3. Nasdaq

Nasdaq juga merupakan bursa saham AS, tetapi tidak berada secara fisik di Wall Street. Nasdaq MarketSite yang dikenal melalui layar digital dan acara opening bell berada di Times Square. Meski demikian, dalam penggunaan sehari-hari, Nasdaq tetap sering dimasukkan dalam istilah “Wall Street” karena istilah tersebut digunakan sebagai metafora untuk pasar keuangan AS secara keseluruhan.

Jadi, ketika berita mengatakan “Wall Street menguat”, pembahasannya dapat mencakup saham yang diperdagangkan di NYSE maupun Nasdaq.

Bagaimana Cara Kerja Wall Street?

Fungsi paling mendasar Wall Street adalah mempertemukan pihak yang membutuhkan modal dengan pihak yang memiliki modal untuk diinvestasikan. Perusahaan dapat memperoleh pendanaan, sementara investor mendapatkan akses untuk memiliki efek seperti saham atau obligasi.
Aliran modal tersebut terjadi melalui dua bagian besar pasar, yaitu primary market dan secondary market.

Primary Market

Primary market merupakan tempat efek diterbitkan pertama kali. Contoh yang paling dikenal adalah Initial Public Offering atau IPO, ketika perusahaan menawarkan sahamnya kepada publik untuk memperoleh modal. Dana dari penerbitan tersebut dapat digunakan untuk ekspansi, penelitian, pembangunan fasilitas, akuisisi, pembayaran utang, atau kebutuhan perusahaan lainnya. Investment bank biasanya memiliki peran dalam membantu proses penerbitan dan distribusi efek.

Secondary Market

Setelah saham diterbitkan, investor dapat memperdagangkannya dengan investor lain melalui secondary market seperti NYSE atau Nasdaq. Pada tahap ini, uang dari transaksi umumnya berpindah antara pembeli dan penjual, bukan langsung masuk ke perusahaan penerbit. Harga saham kemudian berubah mengikuti supply dan demand. Ekspektasi terhadap laba, pertumbuhan, suku bunga, kondisi ekonomi, dan sentimen pasar semuanya dapat memengaruhi harga yang bersedia dibayar investor.

Siapa Saja yang Beroperasi di Wall Street?

Wall Street bukan hanya berisi trader yang membeli dan menjual saham. Ekosistemnya terdiri dari banyak institusi dengan fungsi berbeda.

Beberapa pelaku utamanya meliputi:

  • Bursa Efek. Menyediakan infrastruktur untuk mempertemukan order dan memperdagangkan efek.
  • Broker-Dealer. Membantu investor mengakses pasar dan mengeksekusi transaksi.
  • Investment Bank. Membantu perusahaan memperoleh modal, melakukan IPO, serta menjalankan merger dan akuisisi.
  • Asset Manager. Mengelola dana investor melalui berbagai strategi dan produk investasi.
  • Market Maker. Menyediakan liquidity dengan memasang harga beli dan jual.
  • Investor Institusional. Termasuk pension fund, mutual fund, hedge fund, dan perusahaan asuransi.
  • Investor Ritel. Individu yang membeli saham, ETF, dan instrumen lainnya.
  • Regulator. Mengawasi aktivitas pasar dan berbagai pelaku di dalamnya.

Salah satu regulator utamanya adalah U.S. Securities and Exchange Commission atau SEC. Mandat SEC mencakup perlindungan investor, menjaga pasar agar berjalan secara fair, orderly, dan efficient, serta memfasilitasi pembentukan modal.

Apa yang Diperdagangkan di Wall Street?

Saham memang merupakan instrumen yang paling identik dengan Wall Street, tetapi aktivitas pasar keuangan AS jauh lebih luas. Berbagai institusi di dalam ekosistem tersebut menangani banyak jenis instrumen.

Di antaranya:

  • Saham.
  • ETF.
  • Obligasi.
  • Options.
  • Futures.
  • Berbagai jenis sekuritas dan derivatif lainnya.

Bagi investor ritel, saham dan ETF biasanya menjadi dua instrumen yang relatif mudah dikenali. Membeli saham berarti memperoleh eksposur terhadap perusahaan tertentu, sedangkan ETF dapat memberikan eksposur ke sekumpulan perusahaan atau strategi tertentu dalam satu produk.

Apa yang Dimaksud dengan Indeks Wall Street?

Istilah indeks Wall Street biasanya digunakan secara informal untuk menyebut indeks yang menggambarkan kondisi pasar saham AS. Tiga nama yang paling sering muncul dalam pemberitaan adalah Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite. Masing-masing memiliki komposisi dan metodologi berbeda. Karena itu, satu indeks dapat naik ketika indeks lainnya turun, terutama jika sektor-sektor tertentu sedang bergerak berbeda.

Indeks juga bukan aset yang dapat dibeli secara langsung seperti saham. Investor biasanya memperoleh eksposur terhadap indeks melalui ETF atau produk investasi lain yang dirancang untuk mengikuti kinerjanya.

Kenapa Wall Street Bisa Memengaruhi Pasar Global?

Pasar keuangan modern saling terhubung melalui arus modal, perdagangan internasional, nilai tukar, dan kepemilikan aset lintas negara. Ketika kondisi keuangan AS berubah secara signifikan, investor global dapat melakukan penyesuaian portofolio.

Misalnya, perubahan ekspektasi terhadap suku bunga Federal Reserve dapat memengaruhi yield Treasury AS dan nilai dolar. Perubahan tersebut kemudian dapat memengaruhi valuasi saham, biaya pendanaan, mata uang, serta appetite terhadap aset berisiko di berbagai negara.

Namun, hubungan ini tidak selalu bergerak dalam arah yang sama. Kenaikan saham AS tidak otomatis membuat seluruh pasar global ikut naik, begitu juga sebaliknya. Kondisi domestik masing-masing negara tetap memiliki peran penting.

Infografik Wall Street adalah pusat aktivitas pasar keuangan AS yang menghubungkan investor, institusi keuangan, perusahaan, dan pasar global.
 

Kenapa Wall Street Relevan bagi Investor Saham AS?

Jika investor memiliki saham perusahaan AS, perkembangan Wall Street akan langsung menjadi bagian dari lingkungan investasinya. Earnings perusahaan, perubahan suku bunga, kondisi ekonomi, serta perubahan valuasi pasar dapat memengaruhi harga saham yang dimiliki.

Hal yang sama berlaku untuk ETF. ETF yang mengikuti S&P 500, Nasdaq-100, sektor teknologi, healthcare, atau indeks AS lainnya akan bergerak mengikuti aset yang menjadi underlying portofolionya.

Investor Indonesia juga memiliki faktor tambahan berupa USD/IDR. Return saham dalam Dolar AS dapat berbeda ketika dihitung kembali dalam Rupiah karena nilai tukar ikut berubah.

Bagaimana Membaca Berita “Wall Street Naik” atau “Turun”?

Headline seperti “Wall Street ditutup melemah” sebaiknya tidak langsung diterjemahkan sebagai seluruh saham AS turun. Biasanya media menggunakan pergerakan indeks utama sebagai representasi kondisi pasar pada sesi tersebut.

Karena itu, periksa terlebih dahulu:

  • Indeks Mana yang Bergerak. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite memiliki komposisi berbeda.
  • Sektor Mana yang Mendorong Pergerakan. Teknologi, finansial, energi, atau sektor lainnya dapat memberikan kontribusi berbeda.
  • Apa Pemicu Utamanya. Bisa berasal dari data ekonomi, earnings, perubahan yield, atau berita perusahaan.
  • Apakah Perubahannya Jangka Pendek atau Fundamental. Satu sesi perdagangan tidak selalu mengubah prospek bisnis.
  • Apakah Berita Relevan dengan Aset yang Dimiliki. Pergerakan indeks luas belum tentu memiliki dampak yang sama pada setiap saham.

Pendekatan ini lebih berguna daripada bereaksi hanya berdasarkan headline. Wall Street terdiri dari ribuan sekuritas dengan karakter bisnis dan sensitivitas pasar yang berbeda.

Apa Risiko Berinvestasi di Pasar Wall Street?

Besarnya dan tingginya liquidity pasar AS tidak membuat investasi di Wall Street bebas risiko. Saham tetap dapat turun ketika fundamental perusahaan memburuk atau ketika pasar menilai valuasinya terlalu tinggi.

Beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Market Risk. Harga dapat turun ketika pasar secara keseluruhan melemah.
  • Company Risk. Kinerja suatu perusahaan dapat memburuk terlepas dari kondisi indeks.
  • Valuation Risk. Harga saham dapat terlalu tinggi dibandingkan fundamentalnya.
  • Currency Risk. Perubahan USD/IDR dapat memengaruhi return investor Indonesia.
  • Liquidity Risk. Tidak semua saham memiliki volume transaksi yang tinggi.
  • Execution Risk. Harga aktual transaksi dapat berbeda dari harga yang terlihat ketika order dibuat.

Karena itu, memahami Wall Street tidak berarti mencoba memprediksi setiap pergerakan harian. Pengetahuan mengenai mekanisme pasarnya justru membantu investor memahami apa yang sebenarnya sedang bergerak dan mengapa.

Kesimpulan

Wall Street adalah nama jalan di Manhattan yang berkembang menjadi simbol bagi industri keuangan dan pasar modal Amerika Serikat. Istilah tersebut mencakup aktivitas perdagangan saham, pendanaan perusahaan, investment banking, asset management, serta berbagai institusi yang mendukung fungsi pasar.

NYSE secara fisik berada di Wall Street, sedangkan Nasdaq merupakan bursa berbeda yang termasuk dalam ekosistem pasar AS secara luas. Memahami perbedaan ini membantu pembaca menginterpretasikan berita mengenai “Wall Street” dengan lebih tepat.

Bagi investor saham AS dan ETF, Wall Street bukan sekadar istilah dari berita finansial. Sistem di dalamnya menentukan bagaimana perusahaan memperoleh modal, bagaimana saham diperdagangkan, bagaimana harga terbentuk, dan bagaimana perubahan kondisi keuangan AS dapat memengaruhi nilai investasi.

Dapatkan Reward hingga $25

Ada reward khusus pengguna baru saat buka rekening, deposit & transaksi di XTB!

Ambil rewardnya!

FAQ

Wall Street adalah nama jalan di Lower Manhattan, New York, sekaligus istilah yang digunakan untuk menggambarkan industri keuangan dan pasar modal Amerika Serikat. Dalam berita, istilah ini sering digunakan untuk merujuk pada kondisi pasar saham AS secara umum.

Tidak. Wall Street merupakan istilah yang lebih luas, sedangkan NYSE adalah sebuah bursa saham. NYSE secara fisik berada di 11 Wall Street, tetapi aktivitas yang disebut “Wall Street” mencakup jauh lebih banyak institusi dan pasar.

Tidak secara fisik. Nasdaq MarketSite berada di Times Square, New York. Namun, Nasdaq sering termasuk dalam pembahasan Wall Street karena istilah Wall Street juga digunakan sebagai metafora untuk ekosistem pasar keuangan AS secara keseluruhan.

Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite merupakan tiga indeks yang paling sering digunakan media untuk menggambarkan kondisi pasar saham AS. Ketiganya menggunakan komposisi dan metodologi yang berbeda.

Wall Street relevan karena banyak perusahaan global dan ETF diperdagangkan di pasar AS. Perubahan suku bunga, kondisi ekonomi, earnings perusahaan, sentimen pasar, serta USD/IDR dapat memengaruhi nilai investasi investor Indonesia yang memiliki eksposur terhadap aset AS.

 

13 menit

Cara Aman Berinvestasi di Saham AS untuk Pemula

13 menit

Mengapa Saham AS Tetap Menjadi Pilihan Investasi Teratas?

9 menit

Cara Hitung Dividen Saham: Dari DPS ke Nominal Diterima

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.